30 TIPS MENDIDIK AL QUR’AN PADA ANAK

DR. YASIR NASR

Penerjemah: Mulhat Ali Nuh (Pengasuh Pesantren Fajrul Karim).

 

MUQODDIMAH

Sesungguhnya pujian hanya milik Allah, kita memuji, memohon pertolongan, dan memohon ampun pada-Nya, kita berlindung pada-Nya dari keburukan diri kita, dan kejelekan amal kita. Siapa yang diberikan hidayah oleh Allah tidak ada yang menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan, sekali-kali ia tidak akan mendapatkan petunjuk.  Dan Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, manusia pilihan dan kekasih-Nya, Ia telah menyampaikan risalah, melaksanakan amanah, dan menasehati ummatnya.

 

Kemampuan menghafal bagi anak kecil meningkat mulai umur 3 tahun,  apa yang dihafal anak pada umur ini tidak mudah untuk dilupakan, karena pada fase ini kemampuan anak dalam menghafal sangat dahsyat dan kuat, mereka tidak punya  dosa dan kemaksiatan, kalau mereka dididik dengan cara sehat, kita akan mendapatkan dan merealisasikan sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Jika anak Adam meninggal terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, diantaranya Anak sholeh yang selalu mendo’akannya”  oleh karenanya wajib bagi kita untuk mentarbiyah (mendidik) anak kita dengan Al Qur’an dan memberikan dorongan untuk menghafal Al Qur’an sejak mereka masih kecil.

 

Pengajaran Al Qur’an pada anak adalah merupakan pokok dasar pendidikan yang baik, siapakah yang lebih baik akhlaknya dari pada akhlak Al Qur’an?

 

KEUTAMAAN AL QU’AN

Allah berfirman :

“Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk” (Q.S. An Nahl : 98)

“Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscayaa Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup” (Q.S. Al Israa’ : 45)

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”  (Q.S. Al Israa’ : 9)

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran” (Q.S. Az Zumar : 27)

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat” (Q.S. Al A’raaf : 204)

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” Q.S. Al Israa’ :82)

Rasulullah Sallallahu “alaihi Wasallam bersabda :

“Bergembiralah, sesungguhnya Al Qur’an ini ujung satunya ada di tangan Allah, dan ujung lainnya di tangan-tangan kalian, maka berpeganglah padanya, maka kalian tidak akan hancur dan tidak akan sesat untuk selamaya”  (H. R. At Tabrani).

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an ia akan mendapatkan kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan, Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, namun Alif satu huruf, Laam satu huruf. Dan Miim sau huruf” (H.R. At Tirmidzi)

“Orang yang mulia dari ummatku adalah pembawa  Al Qur’an dan orang-orang yang selalu bangun malam (baca:melakukan  sholat tahajjud,pen)” (H.R. Ahmad dan Ibnu maajah)

“Satu kaum akan  diazab oleh Allah dengan pasti, maka ada anak kecil dari anak-anak mereka terdengar membaca Al Qur’an’ ada yang berkata : Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, maka Allah mengangkat azab ituselama 40 tahun  disebabkan bacaan Al Qur’an anak itu” (Ar Roozi)

“Barangsiapa yang mengajarkan anaknya satu ayat dari Al Qur’an, maka baginya pahala ketika ayat itu dibaca, dan ia ditulis sebagai orang yang terbebas dari neraka, juga seorang guru yang mengajarkan muridnya, dan barang siapa yang  mengajarkan sampai bisa menulis dengan tangannya, maka ia telah melaksanakan kewajibannya, maka Malaikat akan memintakan ampunan sampai ia meninggal, begitu juga seorang guru akan dimintakan ampunan oleh sesuatu yang disinari matahari sampai ikan yang di lautan”

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, dan penduduk langit dan bumi , sampai kepada semut di lubangnya, dan ikan mereka memberikan sholawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (H.R. At Tirmidzi)

“barangsiapa yang menapaki jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan ke surga, dan para malaikat membentangkan ssayap-sayapnya untuk para pelajar karena ridho dengan apa yang mereka lakukan, dan seorang Alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi sampai kepada ikan di lutan, keutamaan orang yang berilmu dengan orang ahli ibadah seperti keutamaan bulan dengan seluruh bintang-bintang, sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mereka mewariskan ilmu, barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia telah mengambil yang baik” (H.R. At Tirmidzi)

 

Ali bin Abi Thalib berkata : Ajarkanlah anak-anak kalian tiga kebaikan: Mencintai Nabi kalian, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al Qur’an, karena pembawa Al Qur’an akan berada di bawah naungan ‘arsy Allah, di hari itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya bersama nabi-nabi-Nya dan orang-orang pilihan-Nya.

 

FAEDAH MENGHAFAL QUR’AN BAGI ANAK SECARA PSIKOLOGI DAN KEILMUAN

Telah terbukti secara ilmiyah bahwa menghafal Al Qur’an yang dilakukan dengan terus menerus oleh anak kecil  akan menghilngkan rasa takut pada anak, dan juga memberikan ketenangan jiwa dan denyut jantung yang  stabil, konsentrasi pikiran dan akal, menambahkan kemampuan intelektual (penguasaan, berbicara dengan baik, pengenalan, hafal)

Juga memberikan kemampuan untuk menguasai pelajaran-pelajaran, dan secara otomatis dengan menghafal Al Qur’an anak-anak kita terjauhkan dari hal-hal yang tidak berguna.

 

ARAHAN UNTUK MENGHAFAL

Wahai Bapak yang penuh berkah :

Sesungguhnya Allah memberikan nikmat kepada kita berupa amanah-amanah, harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia, Allah telah berfirman : “Ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian adalah sebagai ujian” juga berfirman ; “Wahai orang-orang yang beriman janganlaah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah-amanah kalian sedangkan kalian mengetahui” maka kita harus menjaga amanah-amanah ini, karena kita akan ditanya di hari kiamat.

Ketahuilah saudaraku bahwa perniagaan yang beruntung itu dengan Allah “Sesunggunya orang-orang yang membaca kitab Allah dan mengerjakan sholat, dan berinfak dengan apa yang Kami berikan secara sembunyi maupun terang-terangan mereka mengharap perniagaan yang tidak pernah merugi”

Maka Anda harus memiliki perniagaan yang beruntung bersama anak-anak anda, jika anda teliti kondisi para sahabat nabi dulu, bagaimana mereka sangat  rakus terhadap Al Qur’an, mereka menginginkan keutamaannya, Coba anda bertanya pada diri anda: Sampai dimana keinginan anda, bahwa anda menginginkan anak anda hafal Al Qur’an?  Dahulu Anas bin Malik radhiallalhu ‘Anhu setiap  selesai mengkhatamkan Al Qur’an ia mengumpulkan anak-anaknya, untuk berdo’a khataman Al Qur’an dan mereka mengamininya, hal ini agar mempererat  hubungan mereka dengan Al Qur’an.

Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqosh berkata: ketiak ayahku mendengar sabda Nabi yanag berbunyi “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya” ia menyuruhku duduk dan berkata : Bacalah Al Qur’an yang kau hafal.

Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash ketika mendengar sabda Nabi : “Tidaklah seseorang mengkhatamkan Al Qur’an kurang dari satu bulan”  Ia pergi ke Rasul dan berkata: Biarkanlah aku menikmati  kekuatanku dan kepemudaanku, lalu Rasul berkata: “Jangan khatam kurang dari 3 minggu” . ia berkata lagi: Biarkanlah aku menikmati kekuatanku dan kepemudaanku, Rasul berkata, Jangan kurang dari 2 minggu”,  ia berkata : Biarkanlah aku menikmati kekuatanku daan kepemudaanku, Rasul berkata : Jangan kurang dari seminggu, ia berkata lagi: Biarkanlah aku menikmati kekuatanku dan kepemudaanku, Rasul berkata:jangan kurang dari tiga hari”.

 

Saudaraku, jika anda sudah terlewati masa menghafal Al Qur’an, maka jangan biarkan untuk anak anda, dan berusahalah bahwa anda memiliki saham yang baik, atau anda memberikan saham pada perkumpulan penghafal Al Qur’an dengan harta anda yang baik, karena merka lebih berhak mendapatkan dukungan, dan itu adalah sebaik baik pengeluaran harta anda.

Saya akan berikan saham dan taujih untuk meningkatkan kwalitas  halaqoh Al Qur’an, Inilah beberapa saran:

  1. Ikhlas (Ikatlah Al Qur’an dengan orang yang ikhlas,pekerjaan tanpa ikhlas tidak akan memeberikan buah selamanya).
  2. Menghafal di waktu kecil bagai melukis di atas batu
  3. Sering meperdengarkan Al Qur’an,agar menjadi latarbelakang bagi otak
  4. Membentuk hubungan antara anak dengan tempat menghafal
  5.  Memeperbaiki bacaan sebelum menghafal
  6. Fokus dalam melihat ayat ketika menghafal, agar ayat-ayat itu lengket dalam lembaran otak
  7. Cukup satu cetakan Al Qur’an (tidak gonta ganti-pen) dan tidak merubahnya
  8. Memahami dengan baik membantu dalam hafalan
  9. Menghubungkan keluarga dengan tempat menghafal
  10. Tidak menggunakan perintah langsung, namun buka dulu file ingatan anak
  11. Mengetahui hambatan dalam menghafal dan sekaligus mengetahui kemampuan anak dalam menghafal
  12. Mengulang-ulang akan menguatkan hafalan
  13. Gunakan seluruh panca indra, bukan pendengaran saja, seperti meraba dan melihat
  14.  Menentukan target (Apa yang akan dihafal selama satu bulan) dan itu dalam rangka evaluasi dan penilaian.
  15. Diharuskan membuka dialog dalam Halaqoh, contoh kita bertanya: Apakah anda tahu apa itu At-Thooriq? Karena Al Qur’an berbicara kepada akal.
  16. Boleh menyentuh/membawa Al Qur’an di setiap kondisi tanpa wudlu, agar tidak menyusahkan
  17. Jumlah satu halaqoh anak kecil tidak lebih dari 5 orang
  18. Memberikan semangat dengan memberikan nama –nama yang indah
  19. Memilih tempat dan waktu yang sesuai (waktu yang terbaik untuk menghafal pada umumnya setelah subuh dan asar)       
  20. Mengikuti khot (tulisan) miring, atau bermacam-macam sesuai umur anak
  21. Mengaitkan Al Qur’an dengan kisah-kisah, ini akan menambah daya  ingat hafalan (pasukan bergajah)
  22. Mengenal karakter anak (terbuka, pendiam, atau nakal), dan memberikan kunci pembuka bagi para guru.
  23. Memberikan perumpamaan, karena ini akan menarik perhatian
  24. Diutamakan menghafal ke seorang guru, dan sebagai pembantu bisa menggunakan kaset dan video.
  25. Berdo’a untuk dapat menghafal Al Qur’an: “Ya Allah sesungguhnya saya titipkan hafalanku pada-Mu, maka kembalikanlah jika aku membutuhkannya”
  26. Evaluasi dan mengulang dengan terus menerus, ikutilah kaidah : Lebih baik sedikit tapi terus menerus dari pada banyak tapi terputus.
  27. Terbuka dengan anak-anak, anak ingin siapa yang memahami mereka, bergaul dengan bahasa mereka
  28. Al Qur’an dan tongkat tidak akan bertemu
  29. Memberikan beasiswa bagi penghafal
  30. Harap diketahui bahwa usia muda memiliki banyak potensi kekuatan dan gerak, maka tidak perlu mereka menulis
  31. Menghafal dengan menggunakan mainan
  32. Memberikan rangsangan dan dorongan dengan cara (musabaqoh, rihlah, beasiswa)
  33. Diskusi dengan mereka untuk mengetahui pendapat-pendapat mereka dan keinginan mereka dalam halaqoh Al Qur’an.

 

BACALAH AL QUR’AN DENGAN TARTIL

Tartil adalah membaca Al Qur’an dengan tajwid seperti ketika diturunkan kepada Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, ia memiliki asal usul dan hukum hukum, dan sampai kepada kita melalui riwayat. Seorang Qori mengambil bacaan  dari gurunya sampai berakhir sanadnya kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, Ilmu Tajwid itu  mengandalkan talaqqi (langsung membaca di hadapan guru).